Back

ANCAMAN MENGGUNAKAN APLIKASI BAJAKAN

Loading

Pada era sekarang, peredaran aplikasi bajakan ataupun tidak resmi sangat banyak. Hal tersebut sungguh ironis dan dapat menjadi ancaman serius baik bagi pribadi maupun institusi. Ancaman yang ditimbulkan dapat berupa serangan malware, phising, pencurian data pribadi, bahkan ransomware.

Beberapa contoh aplikasi bajakan yang sering digunakan diantarannya yaitu WhatsApp Mod yang diunduh melalui pihak ketiga, bukan dari situs resmi. Selain itu dari kita banyak menggunakan Game bajakan yang sudah dilengkapi fitur lebih menggiurkan daripada aslinya. Kemudian untuk perkantoran biasanya menggunakan Sistem Operasi bajakan dan Microsoft bajakan yang tidak memiliki lisensi resmi. Tidak sebatas itu, pribadi maupun instansi banyak memakai fitur pro/premium berbagai aplikasi yang tidak dibeli secara resmi melalui kanal penyedia aplikasi, namun menggunakan pihak ketiga.

Penggunaan aplikasi bajakan bukankah terasa sangat membantu? Sangat menguntungkan? Banyak fitur yang bisa didapat lebih dengan biaya lebih murah? Iya sekilas kita mendapatkan semua keuntungan tersebut dengan MUDAH dan SANGAT MURAH bahkan GRATIS. Tapi apakah kita pernah berfikir resiko apa yang harus dibayarkan ketika kita menggunakan aplikasi bajakan ataupun ilegal dengan harga murah ataupun fitur yang melampaui aplikasi resminya? Mari kita ulik sedikit berbagai ancaman yang menghantuinya.

Alasan sederhana aplikasi bajakan berbahaya :

Bukan dari situs resmi

Mendapatkan aplikasi dengan fitur yang lebih melimpah biasanya kita mengunduh dari website pihak ketiga atau bukan resmi. Contoh sederhana WhatsApp Mod yang sudah banyak diunduh, apakah kita menemukan di web resmi WhatsApp atau PlayStore atau AppStore? Tentu tidak, karena aplikasi tersebut ilegal. Dengan kita mengunduh aplikasi bukan dari situs resmi saja itu sudah sangat diragukan, data kita masuk kemana, terekam dimana, dan privacy police pun tidak jelas. Ketika mengunduh melalui situs resmi semua privacy tentu terekap dengan aman oleh pihak penyedia aplikasi dan terjamin legal hukumnya. Namun, ketika kita mengunduh aplikasi bajakan, data kita semua terekam oleh pembuat aplikasi bajakan yang dimana kita tidak mengetahui dengan jelas jaminan keamanannya serta tidak memiliki legal hukum. Hal tersebut sering dijadikan sarana pencurian data oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

Harga relatif lebih murah

Fitur pro/premium yang didapat melalui pihak ketiga tentu sering dijumpai dengan harga yang sangat miring. Sebagai contoh lisensi Windows yang ada pada situs resmi seharga Rp.2.999.000. Namun sering dijumpai melalui berbagai platform banyak menawarkan dengan hargaa jauh lebih murah bahkan gratis. Secara logika kita harus berpikir ”kenapa harga yang ditawarkan jauh lebih murah bahkan sampai gratis sekalipun?”. Dalam hal tersebut tentu pihak ketiga tidak mungkin menyediakan secara Cuma-Cuma, tentu ada sesuatu yang harus dibayarkan secara tidak langsung yang lebih menguntungkan. Dengan pancingan harga aplikasi yang jauh lebih murah dari resminya para penyedia aplikasi bajakan dapat dengan mudah mencuri data kita melalui virus yangg dipasang bersamaan.

Ancaman penggunaan aplikasi bajakan :

Pencurian Data

Aplikasi bajakan seringkali membawa berbagai virus yang ditanamkan berdampingan dengan aplikasinya. Secara tidak sadar virus tersebut bekerja secara diam-diam mencuri data pribadi lalu kemudian direkam dan dikirimkan serta pihak penyedia aplikasi ilegal dapat dengan mudah mendapatkan data dan informasi pribadi. Virus tersebut dinamakan Backdoor, sejalan dengan maknanya, peretas memiliki akses yang dapat keluar masuk melalui pintu belakang (backdoor) (Hartono and Khotimah, 2022.).

Kerugian Finansial

Aplikasi bajakan seringkali menginfeksi perangkat yang digunakan, baik kerusakan hardware ataupun software. Hal tersebut tentu membuat kita mengeluarkan uang lebih banyak untuk melakukan perbaikan daripada ketika kita menggunakan aplikasi resmi. Tidak sampai disitu beberapa kasus juga sampai meminta tebusan untuk dapat mengakses data kembali. Menurut Dwi Bramantyo et al. (2024), Seperti yang terjadi pada PDN (Pusat Data Nasional) tahun 2024 dimana peretas meminta uang tebusan sebesar $8Juta atau sebesar 131milyar, jika tidak maka data-data yang berhasil diretas akan dibocorkan.

Jadi setelah kita mengetahui tentang sedikit ancaman menggunakan aplikasi bajakan, kita harus lebih bijak dalam memakai aplikasi. Sekelas Pusat Data Nasional (PDN) saja dapat diretas, lalu bagaimana dengan kita. Maka dari itu kita harus menggunakan semua aplikasi resmi dan kalaupun ingin upgrade menjadi pro/premium harus melalui situs resminya. Dalam dunia digital TIDAK ADA kamus «AMAN DAN NYAMAN MENJADI SATU» dimana pengertian tersebut ketika kita memilih untuk AMAN tentu kita akan sedikit kurang NYAMAN dengan harga yang harus dibayar dan fitur terbatas. Namun ketika memilih NYAMAN tentu ada hal yang harus digadaikan yaitu KEAMANAN, dimana data pribadi rentan untuk dicuri serta device yang digunakan rentan disusupi virus. Jadi, pilih yang mana? Tentu pilih terjaminnya KEAMANAN data pribadi serta terhindar dari serangan virus, karena DATA PRIBADI TIDAK AKAN TERGANTIKAN OLEH UANG.

Penulis : Agung Prakoso, S.Kom.

Sebagai : Guru Informatika/TIK

Referensi :

Dwi Bramantyo, B., Hawa, A., Jimmy Ardiansyah, N., Debora, R., Jakarta, A., & Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma, F. (2024). DATA NASIONAL (PDN) DI MEDIA ONLINE TEMPO.

Hartono, S., & Khotimah, K. (2022). DETEKSI DAN MITIGASI SERANGAN BACKDOOR MENGGUNAKAN PYTHON WATCHDOG.

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *